• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • Instagram
  • Youtube

About me

Let me introduce myself


A bit about me

Indonesian proveb said "Tak Kenal maka Tak Sayang" which mean we cant like somebody if we dont know about them. So here's my personal information just for you.

Bachelor of Computer Science in Pelita Harapan University Surabaya. Balancing academic achievements as well as organization and social experiences. I'm a multi-talented person and willing to run the extra mile. Moreover, I have passion in arts, especially music and acting.

Profile

Deepak Bhagya

Personal info

ERGA KANDLY PANGINAN

E-mail: ergakandly@gmail.com
Nationality: INDONESIA

  • Add Friend

RESUME

Know more about my past


Employment

  • 2015-future

    Management Traine IT @ PT. Bank Central Asia Tbk

    Learn about java, oracle, struts framework

  • 2012-2013

    Private Teacher for Junior High School @ Bachelor School

    Teaching about Math and Physic for Junior High School

Education

  • 2011-2015

    Pelita Harapan University of Surabaya @graduated

    - Bachelor of Computer Science with GPA 3.54/4.00 (Cumlaude)
    - Chairman in Student Body of Information System Period 2013/2014
    - Vice Chairman in Magnificat Drama Club Period 2013/2014
    - Chairman in Magnificat Drama Club Period 2012/2013
    - Treasurer in Student Body of Information System Period 2012/2013

  • 2008-2011

    SMAN 17 Makassar (State School) @passed

    Students with science majoring. #1 when i was in ninth grade and had been a teacher for japan extracurricular

Skills & Things about me

photographer
86%
html & css
Punctual
75%
illustrator
Web Developer
91%
Bootstrap

Portfolio

My latest projects


Monday, 17 June 2013

Hai Maut Dimanakah Sengatmu?

                 Buku karya R.C. Sproul ini terbagi atas 2 bagian, dimana Bagian Pertama yang terdiri atas Bab 1 – Bab 5 berisikan tentang “Penderitaan dan Kematian” sedangkan bagian lainnya (Bab 6 – Bab 9) berisikan tentang “Kehidupan Setelah Kematian”. Di akhir buku setebal 152 halaman ini juga terdapat rangkuman serta lampiran dari buku ini. Penulis memulai karyanya dengan suatu pertanyaan yang menarik, “Bagaimana mungkin kita memikirkan kematian sebagai suatu panggilan?” Semua manusia memiliki panggilannya yang berbeda-beda satu sama lain sesuai dengan kewajiban dan tugas yang diberikan Allah pada kita dalam kehidupan ini. Tapi kita semua merasakan panggilan yang sama terhadap kematian yakni panggilan yang kita sebut sebagai panggilan terakhir. Beberapa orang beranggapan bahwa adanya peristiwa kematian merupakan hasil dari suatu ungkapan kemenangan setan terhadap kekuasaan Allah. Namun ideologi ini merupakan suatu kesalahan yang besar, selanjutnya penulis mengklarifikasikan ideologi tersebut dengan mengungkapkan bahwa keberadaan setan memang ada namun yang perlu digarisbawahi adalah setan tidaklah berdaulat sehingga setan tidak memegang kunci kematian oleh sebab itu yang menentukan kematian seseorang bukanlah setan melainkan Yesus yang memiliki kedaulatan yang kekal.
                Sejak awal pelayanan Yesus di dunia, Ia sadar akan misiNya yang telah ditentukan Bapa kepadaNya yang menunjukkan bahwa Ia harus menderita dan mati. Yesus sadar akan semua hal itu dan tidaklah terpikirkan oleh banyak orang-orang sejamanNya bahwa Putera Allah tersebut harus menderita dan mati. Namun dengan suksesnya misi itu, orang-orang yang percaya akan namaNya diberi kehidupan yang kekal. Untuk itulah manusia harus tetap jalan di jalan yang benar hingga datangnya panggilan terakhir dari Allah. Jalan yang bnar itu bukanlah jalan setan melainkan jalan Allah. Jalan Allah adalah jalan salib, Via Dolorosa. Dalam jalan ini diajarkan bahwa orang-orang yang percaya padaNya harus turut menderita sebab ada tertulis tanpa kita siap untuk ikut serta dalam kehinaan Kristus, maka kita tidak akan ikut serta dalam kemulianNya (2 Tim 2:11-12).
                Selain teori yang terkandung dalam alkitab mengenai Penderitaan dan Kematian, penulis juga melengkapi karyanya dengan suatu studi kasus pada Bab 3. Pada bab ini penulis menceritakan suatu cerita bertemakan “kisah Ayub” secara modern. Tujuan dari studi kasus ini tentu saja menguraikan secara rinci sebab dari penderitaan hebat yang dialami oleh Ayub. Melihat penderitaan tersebut tentu timbul pertanyaan dibenak setiap insan bahwa “Adakah hubungan Dosa dengan Pendertiaan?” Atas pertanyaan ini Yesus dengan tegas menjawab bahwa orang-orang menderita karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan dalam dia (Yoh 9:3). Sebab di dunia ini ada saatnya di mana penderitaan orang yang baik dan saleh jauh lebih berat dibandingkan dengan kehidupan orang yang jahat. Jadi suatu penderitaan terjadi karena Tuhan sendiri yang menghendaki hal tersebut dan kita sebagai umatnya harus percaya apapun yang terjadi ada maksud dan tujuan yang baik dari Sang Penyelamat kita.
                Kadang kita sering berpikir bahwa hal terburuk yang akan dialami oleh semua manusia adalah kematian. Alkitab banyak berbicara tentang bagaimana kita akan mati. Dari suatu segi pandangan alkitabiah, hanya ada dua kemungkinan cara manusia mati yakni mati dalam iman atau mati dalam dosa. Disinilah suatu kesetian sebagai tolok  ukur dalam kematian, apakah kehidupan manusia sebelum mati mempunyai iman yang teguh atau tidak. Keadilan terakhir dan penghakiman terakhir yang akan dijalani setelah kematian merupakan titik penentu suatu kemenangan. Di saat ini pula keadilan akan diperlihatkan oleh Yesus. Keadilan disini bukanlah keadilan yang terjadi di dunia yang menurut pandangan tertentu adalah adil namun beberapa kubu lainnya menganggap hal tersebut tidaklah adil melainkan keadilan yang Yesus tunjukkan akan diterima oleh semua umat. Jadi jelas bahwa kematian bukanlah hal terburuk yang akan dialami oleh manusia melainkan kematian dalam dosa.
                Bab ke 5 dari buku ini berbicara tentang iman dan penderitaan. Dengan indahnya penulis mengatakan bahwa penderitaan adalah ujian iman. Tujuan iman kita adalah keselamatan jiwa kita. Kalau kita menganggap penderitaan kita tidak berarti seakan-akan tanpa tujuan maka kita bisa tergoda oleh rasa putus asa untuk mengakhiri hidup. Ingatlah tindakan bunuh diri adalah hal keji di mata Yesus karena sejatinya hanya Ialah semata yang dapat menentukan kematian seseoarang. Pada bab ini penulis menekankan bahwa kematian bukanlah suatu akhir dari kehidupan melainkan akan menuju pada kehidupan selanjutnya.
                Selain “Penderitaan dan Kematian”, “Kehidupan Setelah Kematian” juga merupakan hal yang dianggap penting oleh penulis. Untuk memulai topik tersebut, penulis memberikan pandangan populer tentang kehidupan setelah kematian yang ada di dunia. Sejak kematian masuk ke Firdaus, pertanyaan kehidupan setelah kubur menjadi penting. Secara menonjol setiap kebudayaan manusia mengembangkan beberapa bentuk harapan dalam sehidupan setelah kubur. Orang-orang Mesir kuno menempatkan benda-benda berharga di makam orang yang mereka  cintai dengan harapan benda-benda tersebut akan berguna dalam kehidupan setelah mati. Orang-orang Indian Amerika punya konsep tersendiri tentang tanah perburuan yang berharga, orang-orang Norwegia punya harapan akan Valhalla. Orang Yahudi punya konsep bayangan akan Sheol, orang Yunani tentang Hades dalam kegelapan tygia. Agama Timur menghadapinya secara baik dengan suatu pandangan akan reinkarnasi. Namun fokus penulis dalam bab ini ada pada teori rekoleksi oleh Socrates yang mengatakan bahwa jiwa sama dengan dewa, tidak mati, intelektual, seragam, tidak melarut, tidak berubah dan bahwa tubuh sama dengan manusia, mati, tidak intelektual, bermacam bentuk, melarut dan berubah. Namun penulis secara jelas menentang akan teori tersebut seperti halnya teori reinkarnasi.
                Lebih lanjut penulis menguraikan tentang Yesus dalam kehidupanNya setelah kematian. Seperti yang telah diketahui oleh semua umat percaya bahwa Ia telah mempersiapkan tempat buat umatnya dan suatu saat nanti Ia akan menjemput umatnya agar dapat tinggal bersamaNya. Tidak hanya sampai disitu, penulis bahkan menambahkan sembilan argumentasi Paulus untuk Kebangkitan yang berkaitan dengan Yesus.
                “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Fil 1:21), dari sepenggal ayat tersebutlah yang mendasari bab ini membicarakan mengenai Keuntungan yang didapatkan setelah kematian. Tentu saja keuntungan yang paling pokok ialah dapat tinggal bersama Yesus serta berkomunikasi langsung denganNya, adapun gambaran lainnya bahwa kehidupan setelah kematian adalah lebih baik dari kehidupan di atas bumi. Adapun penulis menjelaskan secara detail antara kesinambungan dan ketidaksinambungan yang akan dihadapi dalam “kehidupan yang akan datang” serta adanya tahap menengah antara saat-saat kematian dan kebangkitan yang akan dialami oleh tiap pribadi.
                Kita semua punya kemampuan untuk bermimpi, membiarkan khayalan-khayalan kita melayang tinggi. Namun, kalau mendorong kekuatan khayalan kita hingga batasnya, maka kita terbentur pada hambatan yang tidak diketahui. Siapa yang bisa membayangkan bagaimana sorga itu? Itu di luar pengetahuan atau penglihatan kita. Itu di luar impian-impian kita yang paling ambisius. Dalam alkitab sendiri ada beberapa “clue” tentang penggambaran sorga yakni tidak adanya laut (laut dalam Yunani Kuno berarti kejahatan), kota yang diselamatkan (tidak ada ancaman), akhir dari semua kesedihan (tidak ada airmata dukacita, yang ada hanya airmata sukacita), bercahaya, bertembok tebal (tembok merupakan simbol pertahanan dalam dunia kuno), tidak adanya Bait Suci (karena Yesus sendirilah Bait Suci tersebut), pencabutan atas segala kutukan serta penglihatan yang membahagiakan.
                Di akhir buku ini terdapat bab khusus untuk kesimpulan yang mencakup garis besar dalam buku ini yang menyatakan bahwa ada tiga nilai besar dalam Kristen yang harus dimiliki oleh umat percaya hingga tiba hari penghakiman terakhir yakni iman, kasih serta pengharapan. Iman yang berarti setia pada Yesus hingga titik darah penghabisan, kasih yang berarti saling mengasihi sesama umat manusia yang menjadi simbol dari Kekristenan itu sendiri serta adanya pengharapan yang berakar dalam kekuasaan Allah. Pengharapan di balik penderitaan merupakan warisan Kristus. Itu merupakan janji Allah pada semua orang yang percaya padaNya.
                Ada hal menarik pada buku ini karena adanya lampiran yang berisikan tanya jawab tentang kematian dan kehidupan setelah kematian. Menurut saya pribadi, bagian ini merupakan bagian yang paling menarik karena beberapa pertanyaan saya yang belum saya dapatkan pada isi buku mengenai kematian dan kehidupan setelah kematian ada pada lampiran ini dan jawaban dari pertanyaan tersebut sangat memuaskan hati saya.
                Secara keseluruhan buku ini membuka mata saya yang buta akan kematian serta dunia setelah kematian. Dulu ketika saya masih kecil, saya diajarkan oleh guru sekolah minggu saya bahwa jika saya berbuat baik maka saya akan masuk sorga dikemudian hari. Hanya dari setitik pengetahuan itu modal saya dalam menjalani kehidupan ini, namun setelah membaca buku ini saya medapat pengetahuan yang super mendetail akan kematian serta kehidupan setelahnya. Kadang saya berpikir bagaimana kehidupan saya setelah kematian? bagaimana wujud saya? Bagaimana keadaan saya? Bagaimana dengan keluarga saya? Bagaimana dengan sahabat-sahabat saya? Namun kembali lagi Tuhan Yesus mengingatkan saya dalam Yoh 14:1 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku” agar saya senantiasa berserah kepada Yesus dan mengandalkanNya dalam berbagai situasi yang saya hadapi. Saya secara terkhusus berterimakasih kepada pak Satya Hedipuspita karena tanpa tugas yang diberikan ini saya tidak akan mungkin membaca buku ini.

Tuesday, 4 December 2012

Perbedaan Pendidikan Jawa dan Sulawesi




                Apa pendidikan terakhirmu ? Seberapa pentingkah pendidikan di kehidupanmu ? Menurut saya, Pendidikan adalah hal terpenting yang perlu dimiliki oleh setiap orang  sebagai tolok ukur kemampuannya di dalam bidang tertentu. Pendidikan sangatlah penting karena  dengan pendidikan manusia dapat memperoleh ilmu, dan mengasah otaknya untuk berfikir, berkreasi, menunculkan ide baru, dan memecahkan masalah. Dengan adanya pendidikan, maka seseorang yang semula tidak tahu menjadi tahu dan yang semula tidak ahli menjadi ahli. Tidak hanya pengetahuan dan keahlian saja yang ditawarkan oleh pendidikan melainkan juga memberi pencerahan mengenai moral, agama serta dalam pembentukan karakter. Di Indonesia, memperoleh pendidikan adalah hak semua warga negara, namun ada beberapa perbedaan dan persamaan mengenai pendidikan di pulau jawa dan pendidikan di luar pulau jawa (dalam hal ini pulau Sulawesi). Beberapa perbedaan tersebut menyangkut mengenai biaya pendidikan serta kualitas dan kuantitas suatu pendidikan. Walaupun berbeda, ada satu persamaan yang dimiliki oleh keduanya yakni tujuan dari mendapatkan pendidikan itu sendiri.
                Perbedaan pertama antara pendidikan di pulau Jawa dengan pendidikan di pulau Sulawesi adalah biaya pendidikan. Biaya pendidikan adalah faktor penunjang untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Seseorang dapat menyekolahkan anaknya ke luar negeri karena didukung oleh kemampuan biaya dari orang tua menyekolahkan anaknya tersebut. Lalu, bagaimana dengan orang tua yang tidak mampu? apakah orang miskin dilarang bersekolah ? Untung saja di Indonesia semua anak wajib untuk bersekolah dan memperoleh pendidikan selama 9 tahun sebab biaya pendidikan mereka akan ditanggung oleh pemerintah yang disebut BOS “Bantuan Operasional Sekolah”. Nah, di sinilah letak perbedaannya, jika kita melihat secara cermat mengenai BOS di pulau Jawa dan BOS di pulau Sulawesi, kita akan menemukan sebuah perbedaan penting. Perbedaan tersebut ialah besar biaya BOS yang diberikan di pulau Jawa dan di pulau Sulawesi tidaklah sama besarnya, banyak sekolah-sekolah di Jawa yang memberikan pendidikan gratis tanpa bayar sepeser pun kepada pihak sekolah namun banyak pula sekolah-sekolah di Sulawesi yang mendapat biaya BOS ini tapi masih tetap membayar biaya sekolah.
                Bukan hanya mengenai biaya pendidikan saja yang berbeda, tetapi kualitas dan kuantitas pendidikan di pulau Jawa dan pulau Sulawesi juga sangatlah berbeda. Pertama mengenai kuantitas, lihat saja bahwa sekolah-sekolah di Jawa jauh lebih banyak dari pada sekolah-sekolah yang bertempat di pulau Sulawesi. Dengan banyaknya sekolah-sekolah di Jawa maka para pelajar di Jawa banyak pilihan untuk memilih sekolah yang ingin ditempati selanjutnya. Berbeda dengan sekolah-sekolah di Sulawesi yang tidak memiliki begitu banyak jenis sekolah, bahkan ada beberapa sekolah yang memperbolehkan 40-50 siswa dalam satu kelas sedangkan idealnya di Jawa hanyalah berkisar 20-30 siswa per kelas. Selanjutnya mengenai kualitas pendidikan yang berbeda, kualitas yang saya maksudkan disini ialah kualitas pendidikan yang lebih berbobot serta kualitas seperti sarana dan prasarana dari sekolah. Faktanya bahwa sekolah-sekolah di Jawa jauh lebih berkualitas dibandingkan dengan pulau lainnya, sehingga hal ini pula yang mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk bagi pelajar di pulau Jawa agar mendapatkan kualitas pendidikan yang lebih bermutu. Dari kedua perbedaan inilah yang sanga memprihatinkan karena pemerintah seakan-akan memberikan perhatian yang lebih kepada pulau Jawa dibandingkan dengan pulau-pulau lainnya .
                Namun dari beberapa perbedaan tersebut, tetap masih ada faktor persamaan antar pendidikan pulau Jawa dan luar pulau Jawa salah satunya adalah metode basis pengajaran yang diberikan yakni berbasis KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Selain persamaan tersebut, persamaan lainnya yang pasti selalu sama dalam setiap sekolah ialah mengenai tujuan diperolehnya suatu pendidikan. Tujuan pendidikan ialah untuk mendapatkan gelar/cita-cita atau profesi yang sangat diinginkannya dan ingin menjadi seperti apa yang ia angan-angankan dahulu (inilah yang dimaksud dengan cita-cita). Melalui sarana pendidikan, siswa  diharapkan dapat mengejar target karirnya kedepan sesuai dengan cita-citanya. Hal inilah yang seharusnya perlu diperhatikan oleh Bangsa dan Negara untuk mengembangkan potensi siswa dalam berkarir untuk kemajuan Indonesia kedepannya.
                Jadi, beberapa perbedaan antara pendidikan pulau Jawa dengan pendidikan pulau Sulawesi ialah mengenai biaya pendidikan serta kualitas dan kuantitas suatu instasi. Walaupun demikian, antara sekolah-sekolah yang bertempat pada pulau Jawa dan luar pulau Jawa memiliki satu tujuan dan arah yang sama untuk dicapai yakni untuk  mendapatkan gelar/cita-cita atau profesi sesuai dengan keinginan siswa didik. Namun bagi saya pribadi, di manapun letak sekolah serta apapun bentuk dari kualitas dan kuantitas suatu sekolah, jika memang ada benih yang unggul dalam sekolah tersebut, maka tidak menutup kemungkinan bahwa benih unggul tersebut jauh lebih unggul diantara benih-benih unggul di daerah yang memang telah unggul. Ingatlah bahwa tidak menutup kemungkinan kita bisa mendapatkan mutiara dibalik rimbunan ilalang.

Monday, 3 December 2012

The Different Education of Java and Sulawesi




            What’s your last education ? How important is education in your life ? In my mind, education isthe most important thinginevery personas a measureabilityina particular field. Education is important because with it humans can acquire knowledge and honing their brain to think, be creative and think about new ideas for solve the problems. With this education, then a person who don’t know became knowing and not expert become expert. Not only knowledge and skills provide by the education but also provide enlightenment about moral, religious and spiritual formation. In Indonesia, get an education is the right of citizens, but some differences and similiarities of educational in Java island and educational in anoter Java island (in this topic is Sulawesi island). Some of the difference is about cost of education and the quality and quantity of an education. Although different, there is one  silimiar of both, it is about purpose of getting an education.

            The first different between education in Java island and Sulawesi island is about the cost of education. The education’s cost is the factor to get a decent education. A parents can send her child to abroad for study there because financial support of parent’s student. Then, how about the parents who can’t afford their child for school ? So, if a student from poor parents, it  is meaning she/he prohibited from attending school? Fortunately, all children in Indonesia are obliged to attend school and fain an education for 9 (nine) years because the education’s cost of her/him will be borne by government, called then BOS or also called as Bantuan Operasional Sekolah. Well, this is the difference. If you are see carefully about BOS in Java island and BOS in Sulawesi island, you will found a significant difference. Tommy Rifandy as a critical of education said the difference is the  amount of costs awarded of BOS in Java island and in Sulawesi island is not same, many schools in Java given free education without pay expensive cost to the school but many schools in Sulawesi island is gets these BOS but still keep paying the school fees. (Tommy Rifandy, kompasiana.com, 2011)

            Not just the cost of education are different but also quality and quantity of education in Java island and Sulawesi island is really difference too. First about quantity, you can see the reality that schools in Java island is so many than schools which located in the Sulawesi island. With so many school in Java island, so the student who school in Java have many options to choose schools where to continuing their education. Different with schools in Sulawesi island which not have many types if schools, there are even some schools that allow 40-50 students in a class, ideally in Java Island while onlu 20-30 students at a class. Next about the difference quality of educations in Java island and Sulawesi island. For example the difference about quality of education is like facilities and infrastructure of the school. The fact is schools in Java is so good quality than the other islands in Indonesia. Because it, growth rate in Java island is increased because students always want have nice quality of their education. From the two differences above is very concern because the government such as giving more attention to the Java island in comparison to other islands.Former president of Indonesia, Yusuf Kalla said education in Sulawesi island is very low than Java education, Sulawesi’s student still hard or rejected in University which located in Java island. (Yusuf Kalla, id.berita.yahoo.com,2011).

            But from of these differences, there are still similarities between the factor of education in Java and outside Java island, like method of teaching provided the basis based KTSP or also called as Kurikulum Tingkat SatuanPendidikan.Besidesthat similiarities,The another similarities must always bethe same ineveryschoolisthepurpose ofobtainingan education.The purpose of educationis toget a degree/professionalgoalsora verywanted andwant to be likewhat theirfirstdreamed ofthinking(this is called as goals). By this means, students are expected to chasing the target of future career ass their goals. This is the most important to be considered by Nation and the State to develop studentspotential in the future work for betterment of Indonesia.

            So, some of the difference between education in Java island and Sulawesi island is about cost of education and the quality and quantity of an education. Nevertheless, between of schools which located in Java island and Sulawesi island have same purpose and direction to be reached, it is to get a professional ideals like as the willingness of students. But for me, wherever the located of the school and whatever about quality and quantity of a school, if there is a excellent seed in that schoolm it does not the rule out the possibility that seed are far excellent among the excellent seeds in the excellent area. Remember, it is possible to found a pearl behind thatch.

Monday, 29 October 2012

Red Riding Hood



Narrative’s Film of Red Riding Hood
Directed By Catherine Hardwicke


There is a village on the edge of the snow forest. Just little bit people know that village, but a lot people known the terrible there. That terrible is werewolf. In that village living a beautiful girl named Valerie. When Valerie was a kid, her Mom always says “Do not talk to the strangers.” But Valerie break it and be friend with Peter, a carpenter. They are friends since childhood till adult. And then they are fallin in love each other. But Valerie’s Mom already matching Valerie and Hendry Lazar, a man at same village and working as repairmen. He is rich of course but Hendry is really loving Valerie. And its make Lucie, old sister of Valerie really hurt about it but no one know about this.
One day, Lucie is died because attacked by werewolf. Residents village really dissappointed because residents village and werewolf has a deal. The werewolf is never attack the residents people because they already giving the best pet of them to werewolf every full moon. So Residents village is really angry and want find the werewolf lair. Some people says the werewolf is living at the cave, so they are going there. The fighter of village is searching at the afternoon day because skin of warewolf will be burn if exposed of sunlight. They bring silver exe, silver lance, silver sworld and another sharps which made of silver because warewolf just died with silver sharps.
At the same time, Valerie is really sad and going to Grandma home which placed far of the village. For less the sad of Valerie, grandmother make a red robe to Valerie for make her keep warm. “Valerie, you must be carefull because werewolf always kill the entire family and take their children from their beds.” said Grandma. Valerie just assume its just a fairytale until now.
The fighter of village is came and succes to kill a wolf at the cave and they are believe it’s the werewolf. But one of the fighters is death, he is father of Henrdy. At the afternoon, Father Salomo, the saint person is came to village and says “The wolf which you kill is not the werewolf. its just ordinary wolf” and it make the residents of village getting confused. “If werewolf is biting you at the Blood Moon, not just your body is in danger, but your soul too. Blood Moon is rarely happened, but today is Blood Moon and its just three days. The werewolf is a person of this village, and there among the billagers. The werewolf could have is your neighbour, your bestfriend or even your wife” tell Father Salomo. But the resident of Village is unbelieve it even they are want make a party because the werewolf is killing by them. but Father salomo and the knight still supervise that village
Night is come and the party is starting. The residents of Village looks like really happy. They are dancing, singing and drinking a lot. Really fun and so interesting. But something happened at the next. A werewolf is came to the party and attack the residence. The residence which survivors fled to the chruch because the werewolf cant stepping on holy gound. Valerie and her friend, Roxannie is at the corner and cannot run again. The werewolf come to Valerie and her friend. They are really scared. “You cannoy run of me, Valerie. You must come with me now!” said the werewolf. They are shock because the wolf is able to spoke. But Valerie didn’t want come with werewolf. And then Father Salomo and his knight attack the werewolf, the werewolf is dodge and run. but before werewolf gone, werewolf says “I will back before the Blood Moon is gone” and Roxannie hear they conversation but she is promise to Valerie for never tell to another people. At the morning. The residents is apologise to the Father Salomo because not believe in him. “We must find the werewolf in the flesh because werewolf is really stronge in the wolf.” said Father Salomo.
Claudie, is young brodher of Roxannie is abnormal person.The residents says “He is not the werewolf! Do not hurt him” but Father Salomo didn’t believe it. He is little weird and very childish. Father Salomo suspicious Claudie is the werewolf so, He is hostage him. At the night, Roxannie came to Father Salomo. She is bring the money for release her brother but Father Salomo didn’t accept it. With forced, Roxannie tell the witch who knows about werewolf identity. Father Solomo is really suprice to hear that and bringing people together for talking about the witch. At the public, Roxannie says “Valerie is the witch. She can climb a tall tree. She can ran faster than all girls. She is wear red hooded, the color of devil” but Valerie’s Grandma says “Its nonsense, I make it for Valerie!”. “And the last, Valerie can speaking with the werewolf. I see it with my eyes. So, I’m done Father Paulus, where is my brother ? you promise me to release him”. But Father Salomo already killed him and then will hostage Valerie now.
Father Salomo is placed Valerie at the field and binding her for fishing the werewolf. But at the night, undetected of father Salomo, Peter, Hendry and Valerie’s father is planned for release Valerie. . They are succes. Hendry and Valerie is run away but Valerie’s father and Peter is hostege by the knight of Father Solomo. And at same time, the werewolf is come and find the Valerie. Father Salomo see the werewolf and want to kill it but werewolf bite him. And then, knight of Father Salomo is kill father Salomo because the werewolf already bite him at the Blood Moon and its meaning he will be same with werewolf.
 Hendry and Valerie are run and rest at forest, “ I know you are not loving me but loving Peter. I don’t want forced you about our engagement.” said Hendry. “I’m Sorry Hendry. I have to go Grandma’s home now because its safe place for me”. Next,  Valerie run alone at forest and meet Peter. Valerie is scared because think he is the werewolf and try to stab him with little knife. She still run untill at Grandma home. But she is shock because grandma is here without her soul, Valerie’s father is kill her because she know the werewolf is him. Valerie is really shock, Her Father is try to bite Valerie but Peter is come and fight with him. They are succes to kill him but Valerie’s father bited Peter. So, the next werewolf is Peter.

Misunderstanding of Words, Indonesia VS Malaysia

SHOPPING and MISUNDERSTANDING
Roles               :
-          Narator dan Pembawa Keterangan (NPK)      : Emily Louis Guntur
-          Pelayan Toko               (PT)      : Fransisca Annete Felicia juwon
-          Customer Malay         (CM)    : Beatrice Kerenhapukh
-          Customer Indo            (CI)      : Hanna Meylitasari
-          Customer Indo 2         (CI2)    : Erga Kandly Panginan
Tools                           :
-          Kantong-kantong belanja
-          Kacamata hitam
-          Baju-baju
-          Sepatu-sepatu
-          Kalkulator
-          Jilbab
-          Kertas keterangan + spidol hitam
-          Dompet dan uang
Costumes        :
-          Hanna              : Kostum modis, pakai kacamata hitam, tas jinjing
-          Beatrice          : Jilbab, rok panjang
-          Annete             : Rok span hitam, kemeja putih
-          Erga                 : Kostum biasa, bawa tas biar kerepotan
Keterangan    :
-          mentraktir                               = berbelanja
-          comel                                      = senang
-          butuh                                      = “anu” nya cowok
-          berbual                                   = ngomong / berbicara
-          tandas                                     = toilet
-          pusing kiri                               = belok kiri
-          pusing kanan                           = belok kanan
-          tak sihat                                  = rusak
-          kesulitan amat dikesali             =  mohon maaf atas ketidaknyamanan anda
-          berpusing-pusing                     = berputar-putar
-          kasut                                      = sepatu
-          percuma                                 = gratis
-          jahat                                        = nakal
-          cari                                          = ukur
-          jimat                                        = cermat
-          jaga tepi kain orang                  = ikut campur
-          narkoba                                   = dadah
Script  :
NPK     : 2 sahabat baik, yang satu berasal dari Malaysia, yang satu berasal dari Indonesia sedang berbelanja ke toko. Ternyataaa…. Diantara mereka banyak terjadi kelucuan dengan misunderstandingnya ! Mau lihat ? Yukkkk…
CM      : (diluar toko, membawa banyak kantong belanjaan sambil mengoceh dengan CI) Saye senang jumpa lagi dengan anda…. Sangat senang !
 CI        : (tersenyum, menepuk pundak CM) Saya juga senang kok bisa bertemu kamu… Sudah lama kita tidak ketemu kan ?
CM      : Eh, kalau begitu, kita ke Cito sekarang ! Saye mau mentraktir nih !
CI         : Eh ? Serius kamu ? Asyiiikkk….
CM      : Iya, ayo cepat… cepat…
(masuk dalam toko)
PT        : (membungkukkan badan dengan tangan ditangkupkan dan didekatkan di dada) Selamet siang dan datang, nona comel. 
CI         : Comel ? (berbisik pada CM) Dia suka pikir kita suka ngomel gitu ?
CM      : (Memandang CI kebingungan) Ape maksud anda ? Harusnye seronok dibilang comel benar…
CI         : (Makin ga ngerti) Hah ? Gimana toh ? Gatau lah… (berbicara pada PT) Mbak, teman saya ini butuh berbelanja…
PT        : (terkejut) Ape ? Butuh ?
CM      : (sama terkejutnya) Jangan berbual gitu…
CI         : Lho ? Aku nggak bohong kok… Kan kamu emang mau belanja…
CI2       : (masuk dalam toko) Mbaak…. Maaf, saya kebelet sekali nih… Kamar kecilnya dimana yaaa ? Boleh numpang ?
PT        : (geleng-geleng kepala bingung) Kamar kecil ?
CI         : (berusaha menjelaskan) Kamar mandi mbak maksudnyaa… Itu lho… Toilet ! Nahhh itu…
CM      : (membantu) Saye tau… Tandas, tandas…
PT        : (mengerti) Ohhh… Tandas… Pusing kiri, terus pusing kanan…
CI2       : Hah ? Pusing ? Saya nggak pusing mbakkk… Saya kebelet ini lhoo… Mbak nggak liat posisi saya ? Haduh, ya sudahlah, saya cari sendiri aja toiletnya…. (kabur ke toilet)
PT        : Pakkk… Tandas sedikit tak sihat… Harap maaf, kesulitan amat dikesali…. (berseru pada CI2, beralih pada CI dan CM) Silakan berpusing-pusing…
CI         : Pusing ? Tak sihat ? (makin bingung, ditarik oleh CM keliling toko, sementara itu, CI2 kembali dari toilet dengan wajah lega)
PT        : (menawarkan sandal pada CI2) Kasut ? Beli satu, percuma satu…
CI2       : (memandang PT dengan tatapan gimana-sih-loe) Yaelah mbakkk…. Kalo percuma, buat apa saya belii..
PT        : Lho… Memang percuma mbak. Seronok, kan ? Ah pasti tampak elok sangat di kaki nona. Berape ukuran kaki nona? Biar saya cari dengan jimat
CI         : Jimat?? Kamu mau ngapa-apain teman saya ya?? Jangan-jangan toko ini pake sihir lagi!
PT        : *bingung* … ehh
CI2       : Toko ini tutup kapan?
PT        : Apee? Siape yang telah berpulang? Tuan jangan sembarang kutuk orang!
CI2       : Kok marah? Tinggal dijawab aja pertanyaan saya. Gampang kan mbak?
PT        : Gampang?? Tak lama Tuan bilang saye berpulang sekarang tuan bilang saye gampang. Maksudya apee?
CI         : Mbak ini jahat banget, maksud dia kan bukan apa-apa…
PT        : Ahh… Tak tau saye. Saye berbual dengan anda saje (menoleh pada CM, menawarkan kasut)
CM      : Kasut ? Beli satu percuma satu ? Saya ingin… (mengambil kasut, menunjukkannya pada CI) Comel pula ini..
CI         : Hehe… Iya imut… Beli aja… Tapi kok kata mbaknya percuma ?
CI2       : (menyetujui kata-kata CI) Iya… Yang mana nya yang percuma, mbak ?
PT        : Lho… Ini beli satu, percuma satu… (dengan tidak sabar menunjuk ke baju-baju) Ini juge… (menunjuk ke kasut) Seronok, pak, nona…
CI2       : Ih mbak, kok semua dibilang percuma sih…. Mana laku kalo gitu nawarinnya….
CM      : You cakap ape ? Saye bingung…
CI2       : Yeee… Pusing semua dah. Udah gua keluar, capek bingung terus. (keluar dengan kesal)
PT        : (memandang kebingungan) Saye tak salah kan ?
CI         : Nggak kok mbak… Mungkin dia bingung aja, mana dia Cuma numpang pipis di… apa tadi namanya ? Tandas ?
CM      : Salahnye… Die yang jaga tepi kain orang….
CI         : Lho ???? (garuk-garuk kepala saking pusingnya, lalu berkata pada CM) Ayoo.. Katanya mau mentraktir…
CM      : Oh iye…  Mbak, saye ambil ini… (menunjuk ke salah satu baju, lalu membayar)
CI         : Horeeee… Aku suka yang itu. (tersenyum lebar, lalu bingung karena CM tidak memberikan kantong belanjaan itu pada CI) Lho ? Katanya buat aku ?
CM      : ?? Saye hanya berbual mau mentraktir…
CI         : Lho…. Iya… Haduh gimana tohhh ? Ya sudahlah…. Bye mbak, makasih ya…. (melambai pada PT, keluar ruangan bersama CM)
PT        : Narkoba, nona comel… Narkoba….
CI         : ?????
NPK     : Kesalahpahaman dalam berbahasa, tidak boleh menjadi penghalang. One for all, all for one ! We are one UPH ! Narkobaaa… (artinya : dadah….)

Water Emblem


“Water Emblem ?
                What is that?
                You will know the meaning of it after read my story”
- Erga Kandly

When I was 8th years old, I get the water emblem at my right hand. The incidend began when my friend and I is playing hide and seek at the forest till night. That forest is very wide and lot of trees .And the game is start. I just confused for find the safe place for hiding of my friend. I just walking, walking and walking till see a cave. That cave looks safe for hiding and I’m not worried because that cave just had small door and really difficult for entering  there. So its meaning imposible for a bear living there. So dark here, even I cant see nothing. I’m happy because my friend will be difficult to find me.  As time passed by, no one found me till I’m sleepy and fall asleep.
Few hours later, I get awake. “Where am i? why so dark here?” its some question for a minute till I’m remember playing hide and seek with my friends here. Then I see to outside of the cave and its dark as inside of cave. The time is must midnighat now. I feel I’m lost of my friend and I’m really panic. No one here and I’m forget how to escape of this forest. And then, I see many scary things like all tree is dancing and a big dinosaurus with has very sharp teeth. I’m shock, scared and running , but it make the big dinosaurus look at me and chase me. I’m running, running, and running untill see a river. I have an idea and say to myself “If I’m following the river, it will make me back to town”, but “ahh. No ! Someone help me!” the dinosaurus is push me to the river. I don’t know what happened the next. I feel at the heaven and all is white. I see a beautiful woman  with butterfly wing came to me and saying  “Im promise save your life but you must accepting my request”,  “What is it?” ask me and she answer me “Do not enter to that forset again. Many black magic and witch there”. Ah, the answer is reminds me about scary thing of that forest. I’m accepting it and never back to the forest again.
I don’t know what happened the next again. I just feel so wet and its make me awake. I see many swarm people around me. They says im drifted at river and its answer my question about why I’m at the town now. I see at my right hand, and something like emblem there.

Saturday, 13 October 2012

Menjadi Manusia Belajar dari Aristoteles

Sesuai judul bukunya, buku karya Frans Magnis dan Suseno ini mengajarkan manusia untuk hidup berdasarkan kehidupan Aristoteles. Dalam buku ini banyak kutipan yang berasal dari pemikiran Aristoteles dan banyak juga dikutip dari buku-buku hasil karya Aristoteles.
Di awal buku ini, pembaca dihadapkan dengan pertanyaan sulit dari sang penulis. Pertanyaan ini penuh dengan makna dan tidak hanya memerlukan nalar yang baik untuk menjawabnya tetapi dibutuhkan juga emosi di dalamnya. Pertanyaan terebut ialah “Apakah Tujuan Manusia ?”
Sebenarnya ini adalah pertanyaan yang sejak dulu mengganggu pikiran saya. Pertanyaan ini selalu terngiang-ngiang di benak saya. Saya benar-benar tidak mengerti apa tujuan manusia dalam kehidupannya, saya tidak mengerti akan pikiran Tuhan yang menciptakan manusia kemudian ditempatkan di muka bumi ini. Saya pernah berpikir untuk menganalogikan penciptaan manusia sama halnya dengan penciptaan robot. Saat robot diciptakan, si robot tentu tidak mengetahui untuk apa ia diciptakan, yang tahu tujuan robot diciptakan hanyalah sang penciptanya yakni manusia. Sama halnya dengan manusia, saat manusia diciptakan tentu yang mengetahui  tujuan dari kehadiran manusia hanyalah Tuhan.
Jika saya implementasikan pada pelajaran Pendidikan Agama oleh Pak Satya, tentu ini adalah pertanyaan mudah bagi saya karena Pak Satya telah berulang kali menjelaskan bahwa tujuan utama manusia diciptakan adalah hanya untuk memuliakan Allah. Namun kembali pada konteks yang berada dalam buku ini, buku ini secara terpisah menjelaskan bahwa tujuan utama manusia ialah untuk mencari kebahagiaan. Dijabarkan bahwa tujuan ini bila telah terpenuhi, harusnya tidak ada lagi yang akan diminati, tetepi selama belum tercapai, manusia belum akan puas dan akan tetap selalu mencari kebahagiaan itu. Penulis menuliskan hal demikian berdasarkan cetusan dari pikiran Aristoteles akan tujuan utama manusia. Jika dilihat dari latar belakang kehidupan di dunia ini, hal yang dikemukakan Aristoteles ini sangat masuk akal. Di sisi lain banyak pula pandangan mengatakan bahwa uang adalah tujuan utama manusia, namun sebenarnya uang hanyalah sebagai sarana untuk mewujudkan kebahagiaan manusia yang sulit terpuaskan.
Ada pandangan yang mengatakan bahwa kebahagiaan dapat dicari dengan mengejar rasa nikmat dan menghindari rasa sakit. Pandangan ini berakar dari pengajaran paham hedonisme. Pengajaran paham Hedonisme yang mengatakan “kejarlah selalu apa yang menghasilkan paling banyak nikmat dan hindarilah apa yang menyakiti!” sebenarnya tidak berpengaruh dalam kehidupan yang sebenarnya. Kita jangan melihat pada nikmat dan rasa sakit itu sendiri, melainkan lihatlah pada tindakan yang menghasilkannya. Sebagai contoh, kita makan agar kebutuhan tubuh terpenuhi, bukan semata-mata hanya untuk demi nikmatnya makan. Aristoteles berpendapat bahwa menumpuk perasaan nikmat tidak dapat membuat orang menjadi bahagia, karena ketika nikmat telah habis, masalah akan tetap ada. Oleh karena itu jangan berfokus pada nikmat semata melainkan pada perbuatan yang bermakna. Selain pandangan yang menyatakan bahwa  kebahagiaan dapat dicari dengan mengejar rasa nikmat, adapula pandangan yang mengatakan bahwa kebahagian juga dapat dikejar  melalui filsafat dan politik. Orang yang berfilsafat akan merasakan kebahagiaan karena mereka membuat nyata unsur ilahi yang ada di dalamnya dan orang yang berpolitik akan merasakan kebahagiaan karena berpolitik adalah puncak kesosialan manusia karena kesosialan merupakan ciri yang khas bagi manusia.
Perlu diketahui bahwa untuk mendapatkan kebahagiaan, kita harus membangun kekuatan intelektual dan etis yang membuat kita mampu untuk memberi arah yang semestinya pada hidup kita. Kita juga dituntut harus membangun keutamaan yang sesuai. Dari keutamaan yang dimiliki itu, maka kualitas seseorang dapat dinilai. Keutamaan tersebut merupakan kemantapan dalam sikap kita menjadi manusia utama. Yang perlu diperhatikan adala kunci dari keutamaan itu, dan kunci tersebut adalah kebijaksanaan. Kebijaksanaan merupakan semacam wawasan intelektual, untuk membuat wawasan intelektual ini menjadi efektif maka harus ditunjang oleh keutamaan etis. Orang yang memiliki keutamaan ini adalah orang yang semakin kuat, mantap dan bahagia. Jika dipikir secara logika, pasti tidak ada kebahagiaan yang bernilai seratus persen dan orang juga pasti tidak akan bahagia jika ia melarat, sekarat, sakit atau terkena bencana lainnya. Tetapi hal yang paling utama dalam konteks ini adalah hanya orang yang berkeutamaan saja yang akan menentukan kebahagiaan seseorang.
Kebahagiaan adalah sesuatu yang dialektis. Apabila langsuung diusahakan maka kebahagiaan akan mengelak. Tetapi orang yang tanpa pamrih melibatkan diri dalam memajukan atau menyelamatkan sesama, dialah yang akan bahagia. Manusia akan mencapai puncak keutamaan dalam persahabatan yang sejati karena dalam persahabatan sejati bukan hanya kebahagiaan diri kita sendiri yang dituntut, melainkan kebahagiaan sahabatlah yang membuat kita bahagia karena menurut Aristoteles, manusia tidak mungkin bahagia sendirian.
Selain kebijaksanaan dan persahabatan, kunci terakhir untuk menyempurnakan kebahagiaan adalah moralitas. Jika mau berbahagia, maka kita harus hidup secara bermoral. Jadi, kewajiban moral bukan sekedar sesuatu yang menekan, melainkan yang membawa ganjarannya sendiri yakni rasa bahagia yang semakin mendalam. Manusia adalah makhluk yang harus mewujud-nyatakan potensinya kalau ia mau menjadi nyata. Karena kebahagiaan diperoleh dalam usaha aktif untuk mencapai tujuan luhur bukan pasivitas. Kebahagiaan hanya dapat kita cicipi apabila kita aktif berusaha, tidak mengalah terhadap segala macam godaan yang akhirnya hanya memperlemah kita. Manusia tidak berkembang dengan memusatkan perhatiannya pada dirinya sendiri melainkan dengan membuka diri terhadap orang lain. Sekali lagi, manusia tidak mencapai kebahagiaan dan keluhurannya dengan mau memiliki sesuatu melainkan dengan mengarahkan diri pada usaha bersama
Buku ini menyadarkan saya bahwa kebanyakan hidup yang kita aplikasikan dalam keseharian memang cenderung mencari kebahagiaan yang duniawi, padahal ini sangat bertolak belakang dengan ajaran Pak Satya yang mengajarkan bahwa tujuan utama hidup ialah untuk memuliakan Allah. Namun saya lebih berpihak pada tujuan utama hidup manusia ialah memuliakan Allah, walaupun tidak bisa disangkal bahwa hidup kita memang sering mencari kebahagiaan. Namun bagi saya, kebahagiaan yang sejati ialah berada di surga bersama Bapa yang telah berkorban demi saya, yang telah disalibkan di kayu salib. Memuliakan nama Allah adalah ucapan terima kasih saya, karena hanya itu yang dapat saya perbuat, saya tidak mempunyai persembahan yang berharga untuk-Nya karena saya penuh dengan dosa.

Knowing God


Buku Knowing God bagian ke-2 ini banyak membahas mengenai atribut-atribut yang ada pada sosok Allah.  Disini dijelaskan lebih mendalam mengenai siapa Allah yang kita sembah, kebanyakan dari bagian ini membahas tentang kaitan Allah yang pencipta yang memperkenalkan dirinya kepada penciptanya melalu firmannya. Salah satu atribut Allah yakni Allah tidak pernah berubah. Allah yang disembah orang Israel pada jaman dulu adalah Allah yang sama yang kita sembah. Allah bersifat konstan, bukan dengan berjalannya waktu maka ia akan tumbuh berkembang dan pemikirannya akan menjadi lebih dewasa karena Allah adalah maha dari segalanya, baik dahulu hingga sekarang. Bukan hanya itu, kehidupan Allah, karakter Allah, kebenaran Allah bahkan rencana Allah pun tidak akan pernah berubah.
Allah adalah besar, Ia agung. Ia jauh melampau kita dalam kebesaran, tetapi pengetahuan akan kebesaran Allah merupakan pengetahuan untuk dimiliki oleh orang Kristen pada masa kini. Itulah salah satu alasan mengapa iman kita begitu rapuh dan penyembahan kita lemah. Manusia secara tidak sacar berusaha mencari-cari sosok yang lebih besar dari Allah, sosok yang lebih agung dari Allah. Ini merupakan suatu teguran bagi kita orang percaya, betapa lambannya kita mempercayai Allah sebagai Allah, yang berdaulat, Mahatahu dan Mahakuasa! Betapa kecilnya kita merendahkan keagungan Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kita.
Allah dalam setiap tindakannya selalu bijaksana. Dalam kata lain, bijaksana berarti memiliki hikmat. Jika demikian, maka hikmat yang sesungguhnya hanya dapat ditemukan sepenuhnya dalam diri Allah saja. Hanya Dia sendiri yang secara alami dan seutuhnya selalu bijaksana. Lantas bisakah manusia menerima hikmat yang diberikan dari Allah ? Langkah-langkah apakah yang harus diambil untuk mendapatkannya  ? Simpel saja, jawabannya adalah kita harus belajar menghormati Allah dan belajar untuk menerima firman Allah. Sejujurnya jenis hikmat yang ingin di beberikan Allah kepada orang yang berdoa kepada-Nya adalah hikmat yang akan mengikat kita pada diri-Nya sendiri, hikmat yang akan menemukan ekspresinya dalam roh iman dan kehidupan yang setia. Lihatlah bahwa pencarian kita sendiri untuk mendapatkan hikmat merupakan pencarian seperti hal-hal lain.
Mengenai atribut-atribut yang dimiliki oleh Allah, orang-orang teolog Reformed kuno membaginya menjadi dua kelompok, yakni yang tidak dapat dikomunikasikan dan yang dapat dikomunikasikan. Dalam kelompok pertama, mengandung sifat-sifat transendi Allah dan menunjukkan betapa berbedanya keberadaan-Nya dengan kita, ciptaannya.  Sedangkan pada kelompok yang kedua, para teolog menyatukan kualitas seperti kerohanian, kebebasan, dan kemahakuasaan Allah bersamaan dengan semua atribut moral-Nya. Perlu diketahui bahwa moral yang melekat pada gambar Allah hilang pada saat manusia jatuh dalam dosa. Gambar Allah dalam diri manusia secara universal telah ternodai. Tetapi, Allah sedang bekerja dalam diri orang Kristen untuk memperbaiki gambar-Nya yang rusak dengan mengkomunikasikan kualitas tersebut secara baru. Inilah yang dimaksud Alkitab ketika menyatakan bahwa orang Kristen diperbarui dalam gambar Kristus (II Korintus 3:18) dalam gambar Allah (Kolose 3 : 10).
Alkitab menggambarkan firman Allah sebagai sesuatu yang memiliki dua karakter. Allah adalah raja sedangkan kita ciptaan-Nya adalah rakyatnya. Meskipun Allah adalah raja yang besar, Ia menciptakan kita agar Ia dan kita dapat berjalan berdampingan selama-lamanya dalam hubungan kasih. Tetapi hubungan semacam itu hanya dapat berlangsung jika kedua pihak yang terkait saling mengenal. Allah, Pencipta kita, tahu segala sesuatu tentang kita sebelum kita mengatakan apa-apa (Mazmur 139:1). Akan tetapi, kita mungkin tidak mengetahui apa pun tentang Dia kecuali Ia memberi tahu kita melalui firman-Nya.
Mengenal kasih Allah sesungguhnya seperti kedatangan surge ke bumi. Pengetahuan ini, bukan hanya sebagai hak beberapa orang yang disukai saja, melainkan sebagai bagian normal dan pengalaman Kristen sehari-hari. Hanya orang yang tidak sehat atau cacat secara rohani saja yang tidak mengalaminya. Kasih di Kristen bahkan bisa dikatakan kasih yang ajaib. Bahkan ada satu kasih emas yang dimiliki orang Kristen yakni “Jika ada orang yang menampar pipi kirimi, berikanlah juga pipi kananmu”.
Menyebut kekristenan sebagai agama kasih karunia merupakan hal yang biasa  di semua gereja. Tetapi jemaat tidak bersikap seperti demikian. Mereka pandai berbicara tentang kasih karunia tetapi hanya berhenti di situ. Tampaknya masalahnya berakar pada pandangan yang salah tentang hubungan dasar dengan Allah. Ini merupakan suatu kesalahpahaman yang bukan berakar dari dalam pikiran, melainkan juga di dalam hati. Ketidakpahaman mereka akan kasih karunia Allah karena ketidakberdayaan rohani manusia. Padahal, kasih karunia Allah merupakan kasih yang secara sukarela ditunjukkan kepada orang berdosa, karena kasih karunia adalah sumber pengampunan dosa, kasih karunia juga sebagai motif dari rencana keselamatan dari Allah serta kasih karunia sebagai jaminan perlindungan terhadap orang kudus.
Kita sering kali mengeluh “tidak aka nada keadilan”. Namun ingat, karakter Allah merupakan jaminan bahwa semua hal yang salah akan diluruskan suatu hari nanti. Pada “hari murka Allah, ketika penghakiman-Nya yang adil akan dinyatakan”(Roma 2:5). Allah adalah Hakim, sehingga dia Ia akan menegakkan keadilan
Selain dari semua atribut yang ada di atas, “murka” juga merupakan atribut Allah, seperti yang dinyatakan oleh Alkitab. Di berbagai gereja hanya dijelaskan mengenai kebaikan Allah, tetapi tidak mengatakan kebenaran tentang penghakiman-Nya. Faktanya adalah topik tentang murka Allah telah menjadi hal yang tabu dalam masyarakat, dan orang Kristen pada umumnya menerima dan mengekang dirinya untuk tidak pernah mempermasalahkannya. Murka Allah adalah kesempurnaan karakter ilahi yang perlu kita renungkan berulang-ulang. Pertama, agar hati kita menyadari kebencian Allah terhadap dosa. Kedua, untuk menumbuhkan rasa takut yang sehat dalam jiwa kita kepada Allah. Jika kita sungguh-sungguh ingin mengenal Dia dan dikenal oleh-Nya, kita harus bergumul diri agar dapat memandang realitas murka-Nya dengan tepat.
Kasih karunia Allah dan murka Allah adalah dua sisi karakter Allah, keduanya muncul saling berdampingan dalam pelaksanaan kasih karunia. Keduanya harus diakui bersama-sama jika kita ingin mengenal Allah. Kita perlu memahami Allah seutuhnya atas dua atribut Allah ini, kita harus belajar  menghargai kebaikan Allah dan menghargai kesabaran Allah serta menghargai disiplin Allah. Disiplin di mana melalui kekerasan Allah menjamah kita untuk sesaat dalam konteks kemurahan-Nya, dimaksudkan agar kita tidak perlu menanggung dampak terberat dari kekerasan Allah terlepas dari konteks tersebut. “Hai anak-ku, janganlah anggal enteng didikan Tuhan” (Ibrani 12 : 15).
Atribut terakhir yang dijelaskan pada bagian ini adalah Allah yang cemburu. Allah yang kita sembang memang adalah Allah yang cemburu. Namun ada satu poin lagi yang harus dibuat, kecemburuan Allah terhadap umatnya menyiratkan kasih perjanjian-Nya. Kasih-Nya itu bukan rasa sayang yang mudah beralih, kebetulan atau tanpa tujuan. Kasih perjanjian adalah inti rencana Allah bagi dunia ini.
Saya yang awalnya ogah-ogahan membacanya kemudian menjadi sangat penasaran akan karakteristik dari Allah, bahkan buku ini juga menjelaskan bawah Allah memiliki atribut bagi orang yang belum membacanya akan berpikir negatif yakni atribut Allah mengenai murka dan kecemburuan Allah. Saya teringat kembali akan analogi “HISTORY” oleh Pak Satya, analogi tersebut sangat tepat untuk menggambarkan bahwa , Allah tidak dibatasi oleh ranah ruang dan waktu. Saya mendapatkan informasi yang jelas dalam buku ini mengenai siapa Allah sesungguhnya yang selama ini saya sembah. Buku ini jelas mempengaruhi sikap saya kedepannya. Saya akan berhati-hati dalam segala tindakan saya. Saya belajar dari buku ini akan kasih Allah yang tidak berkesudahan.

Services

What can I do


Branding

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Web Design

Quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Donec sit amet venenatis ligula. Aenean sed augue scelerisque.

Graphic Design

Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident.

Development

Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident.

Photography

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod. Donec sit amet venenatis ligula. Aenean sed augue scelerisque, dapibus risus sit amet.

User Experience

Quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Donec sit amet venenatis ligula. Aenean sed augue scelerisque, dapibus risus sit amet.

Contact

Get in touch with me


Adress/Street

Asia Africa Street, Jakarta. Indonesia

Phone number

+(62) 8123456789

Website

www.ergakandly.com