• Dibalik Minuman Soda Berlabel “Zero Sugar”

    Zero Sugar” artinya tidak mengandung gula. Atau kandungan gula dalam minuman tersebut 0 %. Namun hal ini tidak berarti bahwa minuman ini tidak berasa manis. Rasanya tetap manis. Hal ini karena peran gula sebagai pemberi rasa manis digantikan oleh pemanis buatan, seperti Sakarin, Aspartam atau Siklamat. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, mengapa gula dihilangkan, padahal rasa manis tetap dipertahankan? Bukankah gula sebagai pemanis alami justru lebih aman ketimbang pemanis buatan?
    Sesungguhnya ada beberapa alasan dibalik substitusi gula dengan pemanis buatan pada produk pangan.Diantaranya adalah:

    •Untuk membantu mengurangi berat tubuh.
    Beberapa orang yang memiliki problem obesitas memilih untuk mengurangi asupan energi dengan menggantikan pemanis berenergi tinggi dengan pemanis buatan yang memiliki kandungan ernegi rendah. Hal ini membuat mereka dapat mengkonsumsi makanan/minuman dengan jumlah yang sama namun memiliki energi yang lebih kecil.
    •Perawatan gigi.
    Pemanis buatan mempunyai sifat ramah terhadap gigi. Mereka tidak terfermentasi oleh microfloral yang terdapat pada plak gigi sebagaimana halnya gula.
    •Diabetes mellitus.
    Orang dengan masalah diabetes mempunyai masalah dalam pengaturan level gula darah. Dengan mengurangi asupan gula dan menggantikannya dengan pemanis buatan, mereka dapat tetap menikmati rasa manis tanpa takut kadar gula darahnya melonjak.
    •Reactive hypoglycemia.
    Orang-orang dengan reactive hypoglycemia akan memproduksi insuline secara berlebih sesaat setelah menyerap glukosa ke dalam aliran darah. Hal ini menyebabkan kadar gula darah jatuh dibawah kadar gula darah normal. Sehingga layaknya penderita diabetes, mereka harus menghindari asupan makanan high-glycemic, dan memilih pemanis buatan sebagai pengganti gula.
    Perlu diketahui bahwa alasan utama produk tersebut diluncurkan karena produsen gula alami masih sangat tergantung pada bahan bakunya yaitu tebu. Dan karena saat ini tebu juga digunakan untuk produksi ethanol, maka terdapat persaingan tebu sebagai bahan baku gula dan tebu sebagai bahan baku pembuatan ethanol. Kebutuhan tebu-pun meningkat. Harga tebu menjadi naik dan akibatnya harga gula alami juga ikut mengalami kenaikan.
    Untuk mensiasati ini, para produsen makanan dan minuman berbondong-bondong beralih pada pemanis buatan dengan tujuan untuk menekan biaya produksi. Dan agar terlihat menarik maka digunakan istilah “zero sugar” sebagai bahasa iklan dan siasat marketing lengkap dengan promosi gencar diberbagai media.
    Sayangnya mereka tidak mengerti dan memahami apa sesungguhnya yang telah mereka konsumsi. Mereka tidak mengetahui tentang pemanis buatan dan bahayanya bagi kesehatan. Produsen pun tidak menyinggung bahwa produknya adalah produk khusus bagi para penderita diabetes dan orang yang mempunyai masalah terhadap asupan gula. Bahkan sengaja dibuat agar terkesan produknya memang bukan hanya diperuntukan bagi para penderita diabetes yang notabene pangsa pasarnya terbatas dan kecil. Namun semua orang dapat mengkonsumsi produk ini terlepas dari resiko pemanis buatan. Dan banyak masyarakat yang menyimpulkan bahwa produk “zero sugar” lebih baik dan sehat dibanding produk pendahulunya.
    Produk “zero sugar” mungkin baik bagi para penderita diabetes dan yang mempunyai masalah terkait penggunaan gula alami. Namun bagi orang normal, penulis menyarankan lebih baik mengkonsumsi minuman yang menggunakan pemanis alami daripada pemanis buatan.

    Berikut adalah contoh soda berlaber "Zero Sugar"
  • GET A FREE QUOTE NOW

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat.

    Powered by Blogger.
    ADDRESS

    4759, NY 10011 Abia Martin Drive, Huston

    EMAIL

    contact-support@mail.com
    another@mail.com

    TELEPHONE

    +201 478 9800
    +501 478 9800

    MOBILE

    0177 7536213 44,
    017 775362 13