Elegi Tentang Hujan

Aku Hujan.
Intan pada langit dusta manusia.
Warna pada semu gegap cakrawala.
Karunia pada kelelahan hakikat hidup.

Aku Hujan.
Rintik pada tangis yang membahana.
Keramaian pada siluet yang sepi.
Orkestra pada kegilaan akan imajinasi.

Aku Hujan.
Gembira pada gundah yang melepuh.
Harmonisasi pada gaung yang sumbang.
Dan Hakikat pada hati yang tak tentu arah.

Akulah sang Hujan.
Engkaulah sang Hujan.
Merekalah sang Hujan.
Hujan apati tentang ekstrimitas roda hidup.
Sedetik, rintik, dan merintih.

(Yogi Pratama, 16 Desember 09)