• Who am I ?





    Siapakah saya? Apakah saya hanya didefinisikan dari nama saja? atau dari pendidikan? atau dari susunan keluarga semata? Apakah kalau ada yang bertanya kepada saya, “Kamu itu siapa sih?” maka jawaban seperti,”Oh saya Erga Kandly. Saya anak pertama dari tiga bersaudara, saya kuliah di UPHS jurusan S.I” sudah terdengar cukup? Apakah itu semua memang SAYA? atau ada sesuatu yang lebih daripada itu?

    Rasanya pasti ada sesuatu yang lebih dari itu semua bukan? Hidup ini bukan hanya merupakan putaran yang monoton saja sepanjang masa hidup kita. Apakah putaran kehidupan itulah yang akan mendefinisikan siapa saya? Kalau boleh berbagi, tanpa bermaksud apa-apa, setelah terusik sekian lama akhirnya saya menemukan siapa saya sebenarnya. Saya bukan Erga, itu hanya sekedar nama. Saya juga bukan anak pertama dari tiga bersaudara, itu hanya sebuah status. Saya juga bukan anak S.I di UPHS, itu hanya embel-embel tentang pendidikan saya. Karena semua hanyalah hal-hal duniawi yang memang penting tetapi tidak terpenting. Saya ternyata adalah cinta. Saya juga kedamaian dan kebahagiaan. Mungkin saat ini banyak yang mencemooh saya. Tetapi jujur ini yang saya rasakan dan saya tidak malu berbagi ‘temuan’ saya ini.

    Saya adalah cinta, kedamaian dan kebahagiaan. Saya memberikan cinta, kedamaian dan kebahagiaan. Namun saya juga menerima cinta, kedamaian dan kebahagiaan. Secara pribadi setelah saya menemukan ini, putaran yang saya lalui pun menjadi penuh dengan cinta, kedamaian serta kebahagiaan.

    Tetapi jangan mengira bahwa saya tidak lagi mendapatkan kesusahan, kemarahan, kejengkelan atau beragam hal yang menguras emosi lainnya. Saya masih menerima putaran hidup dengan beragam aspeknya. Komplit dengan segala harum wanginya dan bau amisnya. Hanya saja si harum dan si bau ini sekarang saya pandang dari perspektif siapa saya ini. Dan saya juga tidak menyatakan bahwa penjabaran siapa saya ini pasti suatu jabaran yang akan terus saya lekatkan dalam diri saya sampai hari akhir saya. Saya manusia yang terus belajar dan berkembang. Suatu saat mungkin saja jabaran saya ini berubah dan saya menyakini berubah ke hal yang jauh lebih .

    Anda pasti juga bisa punya perspektif tentang Anda sendiri. Jika Anda memang ingin melihat diri Anda semata dari identitas duniawi dan Anda merasa lebih nyaman menjalankan putaran Anda dengan identitas tersebut, tentu itu pilihan yang berhak Anda ambil. Saya pribadi merasa tidak nyaman lekat dengan identitas duniawi saya. Saya tetap menyakini bahwa saya ‘lebih’ dari itu semua. Dan setelah saya menemukan siapa saya, rasanya saya lebih bisa menjalani tidak hanya putaran hidup saya namun juga identitas duniawi saya dengan lebih nyaman dan ikhlas. 

    Saya memiliki ‘tugas belajar’ untuk memberi dan menerima cinta, kedamaian serta kebahagiaan. Apapun yang kemudian terjadi dalam putaran hidup saya, secara ikhlas saya menyakini merupakan bagian dari ‘tugas belajar’ tersebut. Apapun yang ada membantu saya untuk belajar beragam macam harum dan bau kehidupan. Hidup ini sempurna dengan segala ketidaksempurnaannya. Saya tidak malu-malu mengakui kesempurnaan saya, tetapi saya juga tidak ragu meminta maaf untuk segala ketidaksempurnaan yang saya lakukan. Dan tentunya saya masih terus berada dalam proses belajar dari semua hal itu. Memang yang paling sulit dari hidup adalah mengetahui mengapa dan untuk apa kita hidup. Tanpanya kita hanya tak berbeda dengan binatang, batu, atau langit yang ada untuk sebuah keberadaan itu sendiri.
  • GET A FREE QUOTE NOW

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat.

    Powered by Blogger.
    ADDRESS

    4759, NY 10011 Abia Martin Drive, Huston

    EMAIL

    contact-support@mail.com
    another@mail.com

    TELEPHONE

    +201 478 9800
    +501 478 9800

    MOBILE

    0177 7536213 44,
    017 775362 13