• Bolehkah Aku Percaya


    Allah itu IMPERSONAL, keraguan mengenai Allah mempunyai akar serta fakta yang sama mengenai APOKALUPSIS. Allah itu memiliki kepribadian, karena sejatinya Allah kita hidup.
    Sudah banyak peringatan tegas bagi kita, supaya kita waspada menjaga kebenaran iman yang telah dipercayakan kepada kita. Banyak ajaran sesat yang secara langsung menyangkut sikap baru terhadap Alkitab dan menjeremuskan kita dalam kepercayaan yang semu dan semuanya hanya berdasarkan hal-hal yang palsu. Diantaranya yang terkenal ialah “pandangan Kant” yang mewakili manusia modern yang sepenuhnya tentang kepercayaan pada  kemampuan rasio sebagai dasar satu-satunya untuk memperbincangkan kenyataan-kenyataan alamiah. Menurutnya bukan karya Kristus yang mendatangkan keselamatan bagi kita, melainkan perbuatan-perbuatan manusia yang menjadikan kita latak untuk menerima keselamatan. Selain dari pandangan kant, ada pula “Revolusi Schleiermacher” yang berpendapat bahwa agama dan dunia Allah hanya dapat ditemukan dalam ketergantungan subyektif, melalui perasaan dan melalui pengalaman. Agama kini dipandang dari sudut baru yang menyangkut pengertian dan pengungkapan orang-orang rohani tentang pengalaman-pengalaman rohani sehingga otoritas Alkitab langsung dilenyapkan.
                        Allah bersifat immanen, yakni hadir dalam realita dan dunia yang Nampak. Di sinilah letak kunci tentang iluminasi itu sendiri. Secara singkat, Allah telah memilih sarana-sarana manusia, hambaNya yang diwajibkan untuk menyampaikan kepada kita ucapan-ucapan Allah yang telah mereka dengar dan maklumi. Allah menciptakan manusia justru untuk berkomunikasi dengan kita. Supaya kita diangkut memasuki alam keberadaan Allah melalui suatu hubungan yang berarti. Allah menuntut respons kita terhadap Firman-Nya. Seperti Allah itu kekal adanya, demikian juga Firman Allah kekal adanya.
                        Alkitab itu BENAR. Namun demikian, infallibility Alkitab TIDAK menjamin tafsiran Alkitab. Tafsiran berasal dari manusia, yang merupakan kemampuan dan usaha manusia untuk menginterprestasikan Firman Allah serta menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari.  Bila kita sendiri sudah yakin, maka iman kita akan bertambah stabil. Kita mengetahui bahwa untuk menghampiri Allah, kita dituntut IMAN sebagai syaratnya. Tanpa iman kita tidak dapat berkenan di hadapat Dia atau maju dalam pengenalan akan Dia (Ibrani 11:6).
                        Pada hakekatnya, tiap firman harus diperhatikan dari sudut konteks khusus dan dari sudut konteks Alkitab umum. Tanpa perhatian tersebut kemungkinan besar interprestasi kita akan kesasar serta menjadi kacau dan diperiksa dalam garis besar, setelah itu kbarulah kita akan mengalihkan perhatian pada detail-detailnya. Kini kita harus menentukan sikap kita bila dihadapkan kepada apa yang kita apa yang dicap “kontradisi-kontradisi” dalam Alkitab. Cara menentukan sikap kita dalam bereaksi terhadap  bagian-bagian Alkitab yang tak dapat dipahami langsung, dan disangga mengandung kata-kata yang dipermasalahkan akan menjadi permasalahan kelak.
                        Di zaman yang modern seperti ini, sesuatu yang didasari tanpa adanya bukti tidak akan memperkuat keyakinan seseorang terhadap sesuatu. Banyak pula Alkitab yang dipalsukan tanpa adanya verifikasi yang jelas dalam penulisan tersebut. Penemuan-penemuan para akreolog sangat menarik perhatian akan dunia persejarahan. Mungkin kita sudag mengetahui bahwa mengenai ilmu yang masih MUDA ini dikembangkan pada pertengahan abad 19.  Umumnya para ahli menyatakan cara dan tata kehidupan bangsa-bangsa kuno. Melalui tulisan-tulisan yang terdapat pada batu-batu, gugulungan kulit dan batu bara, kita telah memperoleh informasi yang sangat interesan mengenai tata ibadah dan kebiasaan hidup bangsa-bangsa kuno, juga mengenai kegiatan para raja pada zaman dahulu. Tetapi semuanya hanya dapat disimpulkan dari informasi yang diperoleh dari sisa-sisa sejarah yang masih bertahan hingga saat ini. Tidak begitu dengan Alkitab yang telah dibuktikan akan kebenaran sejarah yang terkandung di dalamnya.
                        Agama di dalam dunia global yang serba modern seperti ini sudah mulai tidak dipandang lagi sebagai suatu keharusan bagi beberapa manusia,bahkan banyak pula yang mengaku beragama namun apa yang dilakukan serta diperbuatnya tidak menunjukkan sebagai seseorang yang mempunyai agama. Banyak yang beranggapan bahwa Alkitab yang kita pegang teguh tersebut dicap sebagai “terbelakang”. Banyak kritikan yang dilontarkan terhadap Perjanjian Lama daripada Perjanjian Baru,antara lain 1. “Agama dimulai dengan manusia – bukan dengan Allah” 2. “Sistem korban berasal dari manusia, bukan dari Allah” 3. “Ternyata bukan Nabi Musa yang menulis serta menerbitkan kelima buku Peteuch” 4. “Keajaiban dan mujizat mustahil terjadi dari sudut pandang theologia”. Sebenarnya masalah nubuat tak pernah mendatangkan syak bagi orang-orang percaya. Sebaliknya, nubuat menambahkan kesukaan selamat dan pengalaman hidup dalam firman kebenaran Allah.
                        Kita mengetaui bahwa betapa telitinya para penulis Perjanjian lama memelihara dan menyimpan naskah Alkitab supaya dikemudian hari semuanya dapat ditemukan oleh generas-generasi yang akan datang. Sejak berdirinya gereja Kristus, banyak dokumen Perjanjian lama dan Perjanjian baru telah ditemukan. Dokumentasi ini sangat mempengaruhi dalam menentukan sikap percaya. Karena kuatnya dokumentasi yang dimiliki oleh Alkitab yang mempunyai latar belakang jelas dan kuat maka dihimbau kepada kita sebagai umat percaya agar jangan ragu dalam mempercayai kepercayaan yang telah benar ini.
                        Pertanyaan yang sering kita ungkapkan untuk mempercayai segala sesuatu adalah “mengapa dan bagaimana?”, hal ini umum karena akan memperkuat kepercayaan itu sendiri. Sama halnya seperti kepercayaan pada Yesus Kristus. Rasul Yohanes pernah mengatakan bahwa  “Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang FIRMAN HIDUP (1yoh 1:1-4). Alkitab memperingatkan bahwa menjelang akhir zaman dan kedatangan Tuhan Yesus Kristus, iman kita akan diuji dan ditantang. Firman Allah akan makin DIDISKREDITKAN dab atheism akan makin berkuasa. Tak perlu kita kecil hati atau putus asa dan jangan kita merasa terperanjat bila tanda-tanda zaman bertambah negative. Tetaplah berjuang dan mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus. Sia-sialah segala usaha kita kecuali Tuhan sendiri mendampingi kita. Dialah yang mengajak kita untuk aktif berjuang, dengan tetap mempertahankan keutuhan kebenaran Firman Allah yang tertera dalam Alkitab. Tuhan Yesus sendiri akan senantiasa melengkapi dan mendampingi kita. Kuasa Roh Kudus senantiasa bekerja melalui Firman Allah, sehingga kita tetap memperoleh tenaga di dalam Kristus untuk tetap bertahan dan tetap berjuang sampai akhir zaman.
                        Setelah saya membaca buku ini, saya mulai mengenal tentang pemahaman-pemahaman mengenai Alkitab dari berbagai sudut pandang. Banyak yang sesat memang, tapi banyak pula yang bisa saya ambil sisi positifnya. Bagi saya buku ini sangat inspiratif dan sangat luar biasa akan materi yang dicantumkannya. Saya kini mulai mengenal tentang Allah selangkah lebih maju daripada saya yang dahulu. Buku ini membuka jalan pikiran saya mengenai perihal yang tidak pernah saya pikirkan terlebih dahulu. Saya sangat bangga telah menyelesaikan buku ini dengan harapan membuahkan bagi saya untuk ke arah yang positif.
  • GET A FREE QUOTE NOW

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat.

    Powered by Blogger.
    ADDRESS

    4759, NY 10011 Abia Martin Drive, Huston

    EMAIL

    contact-support@mail.com
    another@mail.com

    TELEPHONE

    +201 478 9800
    +501 478 9800

    MOBILE

    0177 7536213 44,
    017 775362 13