• Knowing God


    Buku Knowing God bagian ke-2 ini banyak membahas mengenai atribut-atribut yang ada pada sosok Allah.  Disini dijelaskan lebih mendalam mengenai siapa Allah yang kita sembah, kebanyakan dari bagian ini membahas tentang kaitan Allah yang pencipta yang memperkenalkan dirinya kepada penciptanya melalu firmannya. Salah satu atribut Allah yakni Allah tidak pernah berubah. Allah yang disembah orang Israel pada jaman dulu adalah Allah yang sama yang kita sembah. Allah bersifat konstan, bukan dengan berjalannya waktu maka ia akan tumbuh berkembang dan pemikirannya akan menjadi lebih dewasa karena Allah adalah maha dari segalanya, baik dahulu hingga sekarang. Bukan hanya itu, kehidupan Allah, karakter Allah, kebenaran Allah bahkan rencana Allah pun tidak akan pernah berubah.
    Allah adalah besar, Ia agung. Ia jauh melampau kita dalam kebesaran, tetapi pengetahuan akan kebesaran Allah merupakan pengetahuan untuk dimiliki oleh orang Kristen pada masa kini. Itulah salah satu alasan mengapa iman kita begitu rapuh dan penyembahan kita lemah. Manusia secara tidak sacar berusaha mencari-cari sosok yang lebih besar dari Allah, sosok yang lebih agung dari Allah. Ini merupakan suatu teguran bagi kita orang percaya, betapa lambannya kita mempercayai Allah sebagai Allah, yang berdaulat, Mahatahu dan Mahakuasa! Betapa kecilnya kita merendahkan keagungan Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kita.
    Allah dalam setiap tindakannya selalu bijaksana. Dalam kata lain, bijaksana berarti memiliki hikmat. Jika demikian, maka hikmat yang sesungguhnya hanya dapat ditemukan sepenuhnya dalam diri Allah saja. Hanya Dia sendiri yang secara alami dan seutuhnya selalu bijaksana. Lantas bisakah manusia menerima hikmat yang diberikan dari Allah ? Langkah-langkah apakah yang harus diambil untuk mendapatkannya  ? Simpel saja, jawabannya adalah kita harus belajar menghormati Allah dan belajar untuk menerima firman Allah. Sejujurnya jenis hikmat yang ingin di beberikan Allah kepada orang yang berdoa kepada-Nya adalah hikmat yang akan mengikat kita pada diri-Nya sendiri, hikmat yang akan menemukan ekspresinya dalam roh iman dan kehidupan yang setia. Lihatlah bahwa pencarian kita sendiri untuk mendapatkan hikmat merupakan pencarian seperti hal-hal lain.
    Mengenai atribut-atribut yang dimiliki oleh Allah, orang-orang teolog Reformed kuno membaginya menjadi dua kelompok, yakni yang tidak dapat dikomunikasikan dan yang dapat dikomunikasikan. Dalam kelompok pertama, mengandung sifat-sifat transendi Allah dan menunjukkan betapa berbedanya keberadaan-Nya dengan kita, ciptaannya.  Sedangkan pada kelompok yang kedua, para teolog menyatukan kualitas seperti kerohanian, kebebasan, dan kemahakuasaan Allah bersamaan dengan semua atribut moral-Nya. Perlu diketahui bahwa moral yang melekat pada gambar Allah hilang pada saat manusia jatuh dalam dosa. Gambar Allah dalam diri manusia secara universal telah ternodai. Tetapi, Allah sedang bekerja dalam diri orang Kristen untuk memperbaiki gambar-Nya yang rusak dengan mengkomunikasikan kualitas tersebut secara baru. Inilah yang dimaksud Alkitab ketika menyatakan bahwa orang Kristen diperbarui dalam gambar Kristus (II Korintus 3:18) dalam gambar Allah (Kolose 3 : 10).
    Alkitab menggambarkan firman Allah sebagai sesuatu yang memiliki dua karakter. Allah adalah raja sedangkan kita ciptaan-Nya adalah rakyatnya. Meskipun Allah adalah raja yang besar, Ia menciptakan kita agar Ia dan kita dapat berjalan berdampingan selama-lamanya dalam hubungan kasih. Tetapi hubungan semacam itu hanya dapat berlangsung jika kedua pihak yang terkait saling mengenal. Allah, Pencipta kita, tahu segala sesuatu tentang kita sebelum kita mengatakan apa-apa (Mazmur 139:1). Akan tetapi, kita mungkin tidak mengetahui apa pun tentang Dia kecuali Ia memberi tahu kita melalui firman-Nya.
    Mengenal kasih Allah sesungguhnya seperti kedatangan surge ke bumi. Pengetahuan ini, bukan hanya sebagai hak beberapa orang yang disukai saja, melainkan sebagai bagian normal dan pengalaman Kristen sehari-hari. Hanya orang yang tidak sehat atau cacat secara rohani saja yang tidak mengalaminya. Kasih di Kristen bahkan bisa dikatakan kasih yang ajaib. Bahkan ada satu kasih emas yang dimiliki orang Kristen yakni “Jika ada orang yang menampar pipi kirimi, berikanlah juga pipi kananmu”.
    Menyebut kekristenan sebagai agama kasih karunia merupakan hal yang biasa  di semua gereja. Tetapi jemaat tidak bersikap seperti demikian. Mereka pandai berbicara tentang kasih karunia tetapi hanya berhenti di situ. Tampaknya masalahnya berakar pada pandangan yang salah tentang hubungan dasar dengan Allah. Ini merupakan suatu kesalahpahaman yang bukan berakar dari dalam pikiran, melainkan juga di dalam hati. Ketidakpahaman mereka akan kasih karunia Allah karena ketidakberdayaan rohani manusia. Padahal, kasih karunia Allah merupakan kasih yang secara sukarela ditunjukkan kepada orang berdosa, karena kasih karunia adalah sumber pengampunan dosa, kasih karunia juga sebagai motif dari rencana keselamatan dari Allah serta kasih karunia sebagai jaminan perlindungan terhadap orang kudus.
    Kita sering kali mengeluh “tidak aka nada keadilan”. Namun ingat, karakter Allah merupakan jaminan bahwa semua hal yang salah akan diluruskan suatu hari nanti. Pada “hari murka Allah, ketika penghakiman-Nya yang adil akan dinyatakan”(Roma 2:5). Allah adalah Hakim, sehingga dia Ia akan menegakkan keadilan
    Selain dari semua atribut yang ada di atas, “murka” juga merupakan atribut Allah, seperti yang dinyatakan oleh Alkitab. Di berbagai gereja hanya dijelaskan mengenai kebaikan Allah, tetapi tidak mengatakan kebenaran tentang penghakiman-Nya. Faktanya adalah topik tentang murka Allah telah menjadi hal yang tabu dalam masyarakat, dan orang Kristen pada umumnya menerima dan mengekang dirinya untuk tidak pernah mempermasalahkannya. Murka Allah adalah kesempurnaan karakter ilahi yang perlu kita renungkan berulang-ulang. Pertama, agar hati kita menyadari kebencian Allah terhadap dosa. Kedua, untuk menumbuhkan rasa takut yang sehat dalam jiwa kita kepada Allah. Jika kita sungguh-sungguh ingin mengenal Dia dan dikenal oleh-Nya, kita harus bergumul diri agar dapat memandang realitas murka-Nya dengan tepat.
    Kasih karunia Allah dan murka Allah adalah dua sisi karakter Allah, keduanya muncul saling berdampingan dalam pelaksanaan kasih karunia. Keduanya harus diakui bersama-sama jika kita ingin mengenal Allah. Kita perlu memahami Allah seutuhnya atas dua atribut Allah ini, kita harus belajar  menghargai kebaikan Allah dan menghargai kesabaran Allah serta menghargai disiplin Allah. Disiplin di mana melalui kekerasan Allah menjamah kita untuk sesaat dalam konteks kemurahan-Nya, dimaksudkan agar kita tidak perlu menanggung dampak terberat dari kekerasan Allah terlepas dari konteks tersebut. “Hai anak-ku, janganlah anggal enteng didikan Tuhan” (Ibrani 12 : 15).
    Atribut terakhir yang dijelaskan pada bagian ini adalah Allah yang cemburu. Allah yang kita sembang memang adalah Allah yang cemburu. Namun ada satu poin lagi yang harus dibuat, kecemburuan Allah terhadap umatnya menyiratkan kasih perjanjian-Nya. Kasih-Nya itu bukan rasa sayang yang mudah beralih, kebetulan atau tanpa tujuan. Kasih perjanjian adalah inti rencana Allah bagi dunia ini.
    Saya yang awalnya ogah-ogahan membacanya kemudian menjadi sangat penasaran akan karakteristik dari Allah, bahkan buku ini juga menjelaskan bawah Allah memiliki atribut bagi orang yang belum membacanya akan berpikir negatif yakni atribut Allah mengenai murka dan kecemburuan Allah. Saya teringat kembali akan analogi “HISTORY” oleh Pak Satya, analogi tersebut sangat tepat untuk menggambarkan bahwa , Allah tidak dibatasi oleh ranah ruang dan waktu. Saya mendapatkan informasi yang jelas dalam buku ini mengenai siapa Allah sesungguhnya yang selama ini saya sembah. Buku ini jelas mempengaruhi sikap saya kedepannya. Saya akan berhati-hati dalam segala tindakan saya. Saya belajar dari buku ini akan kasih Allah yang tidak berkesudahan.
  • GET A FREE QUOTE NOW

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat.

    Powered by Blogger.
    ADDRESS

    4759, NY 10011 Abia Martin Drive, Huston

    EMAIL

    contact-support@mail.com
    another@mail.com

    TELEPHONE

    +201 478 9800
    +501 478 9800

    MOBILE

    0177 7536213 44,
    017 775362 13